Wabup Kampar: Pendidikan Harus Tetap Kondusif, Solusi Akan Dicarikan

KAMPAR – Keberadaan pabrik di kawasan Ridan Permai, Kabupaten Kampar, menuai perhatian serius. Pengurus Pesantren Sulaiman Al Fauzan menyampaikan aspirasi kepada Wakil Bupati Kampar Misharti terkait dampak aktivitas pabrik yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar para santri.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Ustadz Dr. Dasman Yahya Ma’ali dalam kunjungan silaturahmi di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kampar, Jumat (13/2).

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh dialog itu, Dasman mengungkapkan kekhawatiran pihak pesantren terhadap aktivitas operasional pabrik yang berlokasi tidak jauh dari lingkungan pendidikan. Ia menyebut potensi kebisingan dan aktivitas kendaraan operasional dikhawatirkan dapat memengaruhi konsentrasi serta ketenangan santri.

“Kami berharap ada solusi yang adil agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan kondusif,” ujar Dasman.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Kampar, Eko Sutrisno. Ia menyatakan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan dan mendorong pemerintah daerah untuk segera memfasilitasi komunikasi antara pesantren dan pihak perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Misharti menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar menerima aspirasi tersebut secara terbuka. Ia memastikan akan mempelajari persoalan secara menyeluruh, termasuk menelaah aspek perizinan, tata ruang, dan dampak lingkungan.

“Kami ingin memastikan kegiatan pendidikan berjalan dengan nyaman dan tidak terganggu. Pemerintah akan mencari solusi terbaik agar semua pihak tidak dirugikan,” kata Misharti.

Selain dikenal sebagai pengasuh pesantren, Dasman juga merupakan akademisi dan ulama hadits lulusan Timur Tengah. Ia disebut sebagai doktor pertama di Indonesia yang sejak jenjang sarjana mengambil spesialisasi hadits serta tercatat sebagai doktor kedua di Asia Tenggara dalam bidang tersebut.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta komunikasi konstruktif antara dunia usaha dan lembaga pendidikan di Kabupaten Kampar, sehingga pembangunan ekonomi dan keberlangsungan pendidikan dapat berjalan selaras demi kepentingan masyarakat dan generasi penerus.(ADV)