Wabup Kampar Misharti: Bujang Dara Harus Jadi Wajah Pariwisata hingga Tingkat Nasional

Bangkinang Kota – Aula Kantor Bupati Kampar bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak pendukung saat pasangan terbaik Pemilihan Bujang dan Dara Kabupaten Kampar Tahun 2026 diumumkan, Jumat (6/2) malam.

Ajang tahunan yang menjadi etalase generasi muda Kampar itu berlangsung semarak sekaligus sarat pesan penguatan promosi pariwisata dan budaya daerah.

Wakil Bupati Kampar, Misharti, hadir langsung dalam malam puncak tersebut. Ia juga dipercaya duduk sebagai dewan juri untuk menentukan pasangan duta pariwisata yang dinilai paling siap mewakili daerah di berbagai ajang promosi.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Afdal, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar, Pelaksana Tugas Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan bersama terhadap pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal.

Sebanyak 12 pasang finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar tampil percaya diri setelah melewati proses seleksi dan pembinaan yang cukup panjang. Selama masa karantina, para finalis dibekali materi tentang wawasan kebudayaan, potensi pariwisata, etika dan kepribadian, hingga kemampuan komunikasi publik.

Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dinilai telah menunjukkan kualitas dan semangat generasi muda Kampar. Ia menekankan bahwa Bujang dan Dara bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk menjadi wajah daerah.

“Bujang dan Dara Kampar diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkenalkan pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Kampar, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Misharti.

Menurutnya, Kampar memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang beragam. Namun, potensi tersebut membutuhkan promosi yang konsisten dan kreatif agar semakin dikenal luas. Peran generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu kunci memperluas jangkauan promosi.

Proses penjurian pada malam puncak berlangsung ketat. Para finalis diuji melalui sesi tanya jawab terkait strategi pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, serta kontribusi nyata yang dapat mereka berikan bagi daerah. Aspek penampilan, etika, dan kemampuan menyampaikan gagasan turut menjadi penilaian penting.

Di akhir acara, dewan juri menetapkan Andre Pratama sebagai Bujang dan Mardatila Utari sebagai Dara Kabupaten Kampar Tahun 2026. Keduanya dinilai memiliki keseimbangan antara wawasan, komunikasi yang baik, serta karakter yang merepresentasikan generasi muda Kampar.

Malam puncak pemilihan semakin meriah dengan penampilan seni dan budaya khas daerah yang memikat para tamu undangan. Antusiasme masyarakat yang memadati aula menunjukkan bahwa ajang ini tetap menjadi agenda penting dalam kalender kegiatan daerah, sekaligus wadah strategis untuk memperkuat identitas dan daya saing pariwisata Kabupaten Kampar.(ADV)