BANGKINANG KOTA – Wakil Bupati Kampar, Misharti, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk terus menciptakan inovasi pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan efektif.
Hal itu disampaikan Misharti saat membuka Rapat Program Akselerasi Inovasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Aula Batu Tilam Kantor Bappeda Kampar, Senin (13/4).
Menurut Misharti, perkembangan teknologi dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah menuntut setiap OPD untuk bekerja lebih kreatif dan adaptif. Ia menilai, pola kerja konvensional harus mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem pelayanan yang lebih modern dan efisien.
“Pemerintah daerah harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, inovasi harus menjadi budaya kerja di setiap OPD,” ujar Misharti.
Ia mengatakan, inovasi tidak hanya sebatas menciptakan program baru, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas.
Selain itu, Misharti juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menurut dia, digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan efisiensi kerja aparatur.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintahan dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, David Yama.
Dalam arahannya, David menegaskan bahwa inovasi harus menjadi bagian dari budaya organisasi di lingkungan pemerintahan daerah. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat transformasi digital dalam sistem pelayanan publik.
“Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat agar lebih efektif dan transparan,” kata David.
Rapat Program Akselerasi Inovasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 diikuti seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Kampar. Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari percepatan inovasi daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur, hingga integrasi sistem digital dalam tata kelola pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap setiap perangkat daerah mampu melahirkan inovasi unggulan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.(Adv)






