Usai Kegiatan Formal, Bupati Kampar Ahmad Yuzar Pilih Saksikan Pacu Sampan di Pulau Lawas

Kampar – Usai menyelesaikan sejumlah kegiatan formal, Bupati Kampar Ahmad Yuzar memilih meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung perlombaan pacu sampan di tepian Sungai Kampar, Desa Pulau Lawas, Sabtu (4/4/2026) sore. Kehadiran kepala daerah itu disambut antusias oleh masyarakat yang sejak siang telah memadati lokasi.

Suasana di bantaran Sungai Kampar tampak semarak. Ratusan hingga ribuan warga berkumpul menyaksikan perlombaan tradisional tersebut. Sorak sorai penonton menggema setiap kali sampan melaju cepat, memacu adrenalin para peserta yang berlomba menuju garis finis.

Ahmad Yuzar terlihat santai berbaur dengan masyarakat. Ia menyapa warga, berbincang, hingga sesekali ikut menikmati jalannya lomba bersama penonton lainnya. Momen itu mencerminkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam keterangannya, Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa pacu sampan merupakan salah satu warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Selain sebagai hiburan, pacu sampan juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai, pacu sampan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diyakini mampu menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, akan terus mendorong agar event budaya seperti pacu sampan dapat digelar secara rutin dan lebih terorganisir. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi tersebut.

Perlombaan pacu sampan di Desa Pulau Lawas berlangsung lancar hingga selesai. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi hiburan rakyat yang dinikmati berbagai kalangan, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kampar.(ADV)