Bangkinang Kota – Pemerintah Kabupaten Kampar menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi kenaikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Bupati Kampar, Selasa (13/1).
Rapat dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah sebagai tindak lanjut rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan pada 12 Januari 2026.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda Kampar, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Aidil, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kepala Bulog Kabupaten Kampar, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar, serta instansi vertikal lainnya.
Dalam arahannya, Ardi Mardiansyah menegaskan bahwa potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan perlu diantisipasi secara terencana. Ia meminta seluruh OPD menyiapkan data dan rekomendasi kebijakan sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan daerah.
“Kita harus memastikan ketersediaan stok pangan dan keterjangkauan harga di pasar. Langkah konkret seperti operasi pasar murah, pemantauan distributor, hingga pengawasan jalur distribusi harus disiapkan sejak sekarang,” kata Ardi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dinas ketahanan pangan, dinas perdagangan, dan dinas perhubungan untuk menjamin kelancaran arus distribusi barang, terutama komoditas strategis.
Menurut Ardi, upaya pengendalian inflasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Hasil rapat koordinasi ini akan dirumuskan dalam bahan ekspos Bupati Kampar sebagai dasar penetapan kebijakan pengendalian inflasi daerah dalam waktu dekat.(Advertorial)






