Bupati Kampar: Produk Berbasis Budaya Punya Nilai Jual Global

KAMPAR KIRI, Indonesia – Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa produk berbasis budaya memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, seiring meningkatnya minat terhadap produk yang mengandung nilai kearifan lokal dan identitas daerah.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Yuzar saat membuka Festival Kreatif Lipatkain Season III Tahun 2026 di Pelataran Kantor Lurah Lipatkain, Rabu (8/4/2026), yang dihadiri ribuan masyarakat serta sejumlah pejabat daerah.

Menurut dia, kekuatan utama produk lokal terletak pada keunikan budaya yang tidak dapat ditiru oleh produk massal. Karena itu, ia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus mengembangkan produk dengan mengangkat nilai-nilai tradisi.

“Produk berbasis budaya punya nilai jual global. Ketika kita menghadirkan identitas dalam setiap karya, itu menjadi pembeda sekaligus daya tarik di pasar internasional,” kata Ahmad Yuzar dalam sambutannya.

Festival yang berlangsung selama empat hari tersebut menampilkan beragam potensi unggulan masyarakat Kampar Kiri, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga pertunjukan seni tradisional. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Ahmad Yuzar menjelaskan, tren pasar global saat ini mulai bergeser ke arah produk yang memiliki cerita dan nilai budaya. Hal ini, menurutnya, menjadi peluang besar bagi daerah seperti Kampar untuk memasarkan produk lokal ke tingkat yang lebih luas.

“Pasar global tidak hanya melihat kualitas, tetapi juga cerita di balik produk. Budaya kita adalah cerita itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui program pembinaan, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang lebih luas agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yuzar juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Ia menilai, kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat.

Pembukaan festival turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, serta Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar. Hadir pula Pelaksana Tugas Camat Kampar Kiri, Lurah Lipatkain, serta tokoh masyarakat seperti niniak mamak, alim ulama, dan cerdik pandai.

Ahmad Yuzar berharap Festival Kreatif Lipatkain dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar global, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah.

“Kalau kita konsisten menjaga budaya dan meningkatkan kualitas, produk kita tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di dunia,” kata dia.(ADV)