KAMPAR – Anggota Komisi II DPRD Kampar, Ropii Siregar, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman kekosongan stok obat di RSUD Bangkinang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut Ropii, persoalan ketersediaan obat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat dan komitmen mewujudkan program “Kampar Dihati”.
“Pelayanan rumah sakit jangan sampai terganggu karena persoalan stok obat. Ini harus segera diselesaikan sebelum berdampak kepada masyarakat,” kata Ropii usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kampar bersama pihak RSUD Bangkinang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Senin (18/5).
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa pagu belanja obat RSUD Bangkinang tahun 2026 sebesar Rp6,7 miliar. Namun sebagian besar anggaran telah terserap dan kini hanya menyisakan sekitar Rp2 miliar.
Sementara kebutuhan belanja obat rumah sakit diperkirakan mencapai Rp1 miliar per bulan. Dengan kondisi itu, sisa anggaran diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan operasional hingga Juli 2026.
Ropii menilai pemerintah daerah perlu segera menyiapkan solusi jangka pendek agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan normal. Salah satu opsi yang dinilai bisa dilakukan ialah melalui pergeseran anggaran sebelum APBD Perubahan disahkan.
Ia mengatakan persoalan kekurangan obat tidak boleh terus berulang setiap tahun karena dapat memengaruhi kualitas pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
“Perencanaan harus lebih matang. Jangan sampai rumah sakit setiap tahun menghadapi ancaman kekurangan obat karena pagu anggaran yang tidak sesuai kebutuhan riil,” ujarnya.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kampar itu menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah dalam semangat “Kampar Dihati”. Karena itu, menurut dia, pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
Sebagai partai pengusung pemerintahan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti, PDI Perjuangan disebutnya berkomitmen mendukung penguatan pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan.
“PDI Perjuangan bersama pemerintah daerah tentu ingin memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan baik. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena keterlambatan penanganan persoalan obat,” katanya.
Ropii memastikan DPRD Kampar akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi konkret agar pelayanan di RSUD Bangkinang tetap optimal dan masyarakat tidak terdampak oleh keterbatasan stok obat.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Karena itu persoalan ini harus segera dicarikan solusi bersama,” tutupnya.(Adv)






