Bangkinang Kota, Kampar — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar, Zulfikar, S.Ag., M.Si, menghadiri kegiatan Gerak Jalan Harmony Fun Walk yang digelar untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kota Bangkinang itu diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar dan diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Acara juga dihadiri Plt. Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP, yang hadir mewakili Bupati Kampar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh lintas agama, penyuluh agama, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Zulfikar menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat solidaritas sosial dan kerukunan di Kampar, yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat multikultural.
“Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga. Ini ruang interaksi sosial yang efektif untuk mempererat silaturahmi lintas elemen dan memperkuat pesan toleransi. Kerukunan antarumat beragama adalah modal besar dalam menjaga ketertiban umum dan stabilitas daerah,” kata Zulfikar di sela kegiatan.
Ia menambahkan, HAB Kemenag ke-80 menjadi momentum penting bagi semua pihak, termasuk Satpol PP, untuk menegaskan komitmen dalam menjaga iklim sosial yang harmonis, aman, dan tertib.
Zulfikar juga menekankan bahwa Satpol PP Kampar terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kampar Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd., mengatakan Harmony Fun Walk merupakan bagian dari rangkaian peringatan HAB yang mengusung semangat kebersamaan dan kesehatan.
“Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang sehat dan menggembirakan bagi masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat,” ujar Erizon.
Acara dimulai dengan pelepasan peserta, dilanjutkan dengan rute gerak jalan yang telah ditetapkan panitia, dan ditutup dengan pembagian doorprize serta hiburan. Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah, tertib, dan kondusif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan dalam merawat toleransi, kebersamaan, serta ketertiban sosial di Kabupaten Kampar.(Advertorial)






